Banyuwangi – Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai kegiatan Ifthar Akbar 1447 H Karesidenan Jawa Timur II Wilayah Tapal Kuda yang digelar di Ball Room El Hotel, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Infaq Beras (GIB) Banyuwangi tersebut dihadiri berbagai unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, serta para santri yatim dan penghafal Al-Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0825/Banyuwangi diwakili oleh Danramil Kabat Kapten Czi Dulmajid yang turut hadir dan berbaur bersama para tamu undangan.
Kehadiran Danramil Kabat dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan TNI terhadap kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat. Selain mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat, momentum ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan santunan kepada anak yatim, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menambah nuansa nasionalisme di tengah suasana religius Ramadhan. Selanjutnya para tamu undangan mendengarkan sambutan dari Komandan Paskas GIB Banyuwangi Ibu Cinta Nila AH serta sambutan dari Kabakesbangpol Banyuwangi Drs. Agus Mulyono yang mewakili Bupati Banyuwangi.
Kegiatan semakin khidmat dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Habib Mustofa, yang mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran Danramil Kabat di tengah kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya komitmen TNI dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan harmonis antara aparat teritorial dan warga di wilayah binaan.
